Skip to content

Tentang seminar anti vaksin di Jogya (tulisan yg sama di grup RFC)

September 6, 2012

Dari GESAMUN

Masih ingat dengan seminar anti vaksin di Jogyakarta beberapa waktu lalu. Mengangkat tema ‘kontroversial’  : “Imunisasi lumpuhkan generasi” (Pro kontra program imunisasi di Indonesia), kabar tentang seminar tsb tentunya menghentak kita para komunitas kesehatan maupun para ibu yang selama ini peduli dengan anaknya dan selama ini mengimunisasi anaknya.  Informasi dari member RFC yang di Jogya, kegiatan tersebut akan diisi oleh 3 pembicara : Dr Jose Rizal SpOT (aktivis  MER-C), ibu DR Dr Siti Fadilah Supari SpJP yang mantan Menkes dan seorang  mualaf mantan tentara AS Jerry D Gray, penulis buku “Rasululloh is my Doctor”. Dua pembicara pertama tentu mengagetkan kita karena dua2nya dokter, yang satu dokter bedah ortopedi dan yang satunya lagi dokter Jantung yang pernah menjabat sebagai Menkes RI. Waktu itu dikatakan kegiatan akan diadakan di sebuah RS swasta besar RS JIH (Jogya International Hospital), hanya ketika dilakukan konfirmasi, pihak RS menyatakan telah membatalkan kegiatan tsb dengan alasan ruang pertemuannya sedang direnovasi. Ketika ditanyakan dipindahkan kemana, humas RS tidak dapat memberikan informasi. Member RFC di Jogya  juga tidak ada yang bisa memastikan kepindahan acara seminar terrsebut. Kalau ada yang mengetahui, member RFC waktu itu  diharapkan bisa datang dan melapori tentang kegiatan tersebut sehingga kita mendapat informasi materi pembicaraan di seminar tsb. Tapi memang tidak ada yang mengabari lebih lanjut tentang kegiatan seminar tersebut, beda dengan Diskusi Pro Kontra Imunisasi  tanggal 19 Mei lalu di Teater Titan, Bintaro dengan  pembicara Dr HZ penggiat anti vaksin, Dr Piprim SpA (K), staf pengajar IKA FKUI/RSCM dan DR  Drh Hashim,seorang doktor dari IPB yg juga anggota LPOM MUI.   Pada waktu itu ada member RFC yang mengikutinya, bahkan  ada yang melapori real time pembicaraan dalam diskusi tsb melalui Twitter.

 

Setelah lama berlalu, sampai akhirnya saya membaca tentang seminar anti vaksin tsb di Majalah atau Bulletin IDAI N0 81, edisi April 2012 yang kebetulan baru minggu ini saya peroleh. Salah satu topik di majalah tersebut adalah tentang Seminar Anti Vaksinasi  sebagaimana dilaporkan oleh koresponden majalah tersebut yang ada di Jogya.

 

Kegiatan semintar anti vaksin akhirnya berhasil dilaksanakan , tepatnya pada tanggal 4 Maret 2012, diselenggarakan oleh  bidang Pendidkan Kader,Yayasan Masjid dan Asrama Syuhada, Jogyakarta. Mengambil tempat di Covention Hall UIN Sunan Kalijaga Jogya dengan peserta dari berbagai kota di Jateng dan Jogya. Pesertanya membludak sampai 800 orang dari yang direncanakan sekitar 200 orang dengan membayar registrasi 30 ribu rupiah. Diketahui ternyata ibu DR Dr Siti Fadilah Supari akhirnya mengundurkan diri dalam kegiatan tersebut. Pembicara dalam seminar itu akhirnya ada 5 orang yaitu Dr Jose Rizal SpOT, Jerry D Gray, Drg Daryanto, Dr Mei Neni PhD SpA(K) dari IDAI cabang Jogya dan DR Amirsyah Tambunan, Sekjen MUI Pusat. Tiga pembicara terakhir dimungkinkan setelah IDAI Jogya dan Dinkes Jogya mendesak 3 pembicara tambahan tsb  kepada panitia untuk keberimbangan informasi dalam seminar tersebut.

 

Pada sesi pertama : Jerry De Gray,  seorang mualaf, mantan tentara AS keturunan Jerman menuturkan pengalamannya selama penugasan ybs mendapat berbagai macam vaksin yang hanya menyebabkan rasa sakit. Pembicara yang satu itu juga cerita (tentu saja tanpa didukung data) kalau AS menyebarkan virus lewat udara ke Indonesia dengan tujuan agar vaksin laku di pasaran (teori konspirasi ?). Jerrypun berpendapat : pada intinya kalau sakit yang harus dilakukan adalah bedoa, habatus saudah, konsumsi  bawang putih dan sembuh. Dikatakan juga vaksin adalah barang haram karena mengandung bahan merkuri  yang mengakibatkan meningkatnya kasus autisme. Sebagaimana yang dilaporkan koresponden Bulletin IDAI di Jogya : yang menarik adalah setiap pernyataan anti vaksin mendapat aplaus tepukan riuh peserta seminaryang ternyata sebagian besar dari komunitas anti vaksin (bahasa halusnya : vaccine awareness).

 

Pembicara ke dua adalah dr Jose Rizal Jurnalis, SpOT, dokter ortopedi yang aktif di kegiatan sosial kemanusiaan baik di Indonesia dan di luar Indonesia melaui lembaga MER-C. Beliau mengutarakan pengalamannya selama bertugas di Puskesmas, dimana dia memberikan juga vaksinasi tapi  hanya yang masuk program pemerintah. Vaksinasi  yang diberikan diluar program hanyalah bagian dari kolaborasi dokter, industri farmasi (tepatnya industri vaksin) dan Amerika Serikat.  Juga diungkit-ungkit tentang peran Namru, virus H5N1 dsb yang intinya adalah pesan Anti AS. Pada kesempatan itu juga beliau memutarkan video  tentang penyebaran virus lewat udara (lagi2 teori konspirasi?)

 

Pembicara ke 3 adalah Drg Daryanto dari Dinkes DIY yang menyampaikan cakupan dan keberhasilan imunisasi di wilayah Jogya.

 

Pembicara ke 4 Dr Mei Neni PhD SpAK  dari IDAI cabang Jogya, juga anggota Satgas Imunisasi IDAI yang menuturkan pengalaman pribadinya sendiri dimana anak2nya semua diimunisasi dan alhamdulillah semuanya sehat2 saja, mungkin untuk mengimbangi pernyataan pembicara sebelumnya. Selajutnya dalam kapasitasnya sebagai seorang ahli dan profesional di bidang kesehatan anak, ybs memaparkan bukti2 manfaat vaksin, mengkonfirmasi tentang tidak ada hubungannya vaksin dengan autisme, juga klarifikasi isyu2 vaksin yang keliru yang selama ini beredar.

Pembicara teraklhir adalah Sekjen MUI DR Amirsyah Tambunan. Beliau mengaskan tentang pentingnya pemberian vaksinasi sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan anak dengan menggarisbawahi pernyatan MUI menanggapi isu hal dan haram vaksinasi.

 

Seminar ini memang digagas oleh komunitas anti vaksin, tapi keberhasilan untuk menambah 3 pembicara lain selain yang sudah diplot panitia akhirnya mampu mengimbangi pesan anti vaksin yang mereka sebarkan. Mereka merencanakan agenda lanjutan untuk menggelar seminar serupa di beberapa kota  dan harus menjadi perhatian semua fihak yang berkepentingan.

Dari yang disampaikan di buletin IDAI tsb, memang kegiatan seminar anti vaksin tsb gaungnya sudah terdengar kemana-mana dan sempat ada ketidakjelasan penyelenggaraan seminar itu. Awalnya diinformasikan kegiatan tsb diadakan di RS JIH (dulu Jogya International Hospital), walau rasanya memang aneh RS swasta besar yang juga melayani imunisasi lengkap kok mau saja aulanya dijadikan pertemuan semacam itu. Bisa jadi setelah mengetahui maksud seminar sesungguhnya, pihak RS akhirnya membatalkannya.

Salut juga untuk kesigapan Dinkes dan IDAI Jogya mengantispasi kegiatan seminar anti vaksin yang bertujuan menyebarkan informasi dan opini yang keliru menyangkut vaksinasi. Kedepan, partisipasi semua fihak yang mendapat informasi seminar semacam ini, hendaknya menyampaikan informasi itu selekasnya ke Dinkes setempat. Dinkes nantinya akan bekerja sama dengan IDI/IDAI maupun MUI untuk mengantisipasi seminar2 semacam ini. Sebagaimana di Jogyakarta yang berhasil mendesak panitia untuk menambahkan pembicara untuk keberimbangan atau pelurusan informasi, hal yang sama diharapkan juga pada kota2 lain.  Dari perhimpunan dokter anak khususnya Satgas Imunisasi IDAI, kampanye anti vaksin juga sudah disadari betul. Di Jakarta awal Juli 2012 yang lalu diadakan kegiatan seminar baik untuk dokter umum, dokter anak maupun media(wartawan)   yang bertujuan untuk mengingatkan kembali pentingnya Imunisasi dan menjawab isyu2 yang dikemukakan oleh kelompok anti vaksin.

 

Harapan yang utama adalah : hati dan pikiran komunitas anti vaksin jadi lebih terbuka. Memang  agak janggal juga bila seorang mualaf lebih didengar ketimbang seorang sekjen MUI atau pernyataan tanpa data/fakta sahih atau teori konspirasi seseorang lebih didengar ketimbang yang disampaikan seorang pakar atau profesional yang menggeluti bidang tsb selama ini.

 

Wallahualam bisawab, semoga Alloh SWT selalu memberikan perlindungan dan hidayahNya pada kita semua.

Advertisements

From → Pro - Kontra

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: