Skip to content

TERLALU BANYAK VAKSIN

July 24, 2012

terjemahan oleh Mbak Ira Indrawati

 

Terlalu Banyak Vaksin? Apa yang Sebaiknya Anda Ketahui Mengenai Hal ini

 

 

Saat ini, anak-anak kecil mendapatkan vaksin-vaksin untuk melindungi diri mereka dari 14 jenis penyakit yang berbeda-beda. Karena beberapa vaksin memerlukan lebih dari 1 dosis, anak-anak bisa mendapatkan sampai 26 kali pemberian vaksin sampai usia 2 tahun dan mereka bisa mendapatkan sampai 5 suntikan dalam satu waktu. Untuk alasan ini, beberapa orang tua meminta kepada para dokter untuk memberi jarak waktu di antara pemberian vaksin-vaksin, memisah-misahkan pemberian vaksin, atau menahan pemberian vaksin. Kekhawatiran terlalu banyak vaksin akan membuat sistem kekebalan tubuh bayi kewalahan dapat dimaklumi, tetapi bukti-bukti telah menunjukkan bahwa banyak vaksin tidak membebani sistem kekebalan tubuh bayi.

 

 

 

T (Tanya). Komponen-komponen aktif apa yang terkandung di dalam vaksin-vaksin?

 

J (Jawab). Vaksin-vaksin mengandung bagian-bagian dari virus atau bakteri yang merangsang respons kekebalan tubuh yang bersifat protektif (melindungi). Bahan-bahan aktif ini disebut komponen-komponen imunologis.

Vaksin-vaksin yang melindungi dari penyakit-penyakit infeksi bakterial dibuat dari protein- protein bakterial tersebut yang telah dibuat tidak aktif/dilemahkan (misalnya difteri, tetanus dan batuk rejan/pertussis) atau dari gula bakterial (bacterial sugar) yang disebut polisakarida (misalnya Haemophilus influenzae tipe B (Hib) dan pneumokokus). Setiap jenis protein bakterial atau polisakarida dianggap suatu komponen imunologis, artinya setiap jenis komponen imunologis tersebut membangkitkan satu respons imunologis tersendiri.

Vaksin-vaksin yang melindungi dari penyakit infeksi virus (misalnya campak, gondongan/mumps, campak Jerman/rubella, polio, rotavirus, hepatitis A, hepatitis B, cacar air, dan influenza) dibuat dari protein-protein viral. Seperti halnya protein-protein bakterial, protein-protein viral juga membangkitkan suatu respons imun.

 

 

 

T. Apakah anak-anak sekarang ini menghadapi lebih banyak komponen imunologis dari vaksin- vaksin dibandingkan dengan anak-anak 30 tahun yang lalu?

 

J. Tidak. Walaupun anak-anak zaman sekarang menerima lebih banyak vaksin daripada anak- anak sebelum mereka, kebanyakan orang mungkin akan terkejut ketika mempelajari bahwa jumlah komponen imunologis di dalam vaksin-vaksin telah berkurang secara dramatis.

Tiga puluh tahun yang lalu, anak-anak mendapatkan vaksin-vaksin yang melindungi dari 7 jenis penyakit: campak, gondongan/mumps, campak Jerman/rubella, difteri, tetanus, batuk rejan/pertussis dan polio. Jumlah keseluruhan protein bakterial dan viral yang terkandung di dalam vaksin-vaksin tersebut berjumlah sedikit lebih banyak dari 3.000 buah.

Sekarang ini anak-anak mendapatkan vaksin-vaksin yang melindungi dari 14 jenis penyakit, tetapi jumlah seluruh komponen imunologis di dalam vaksin-vaksin tersebut hanya sekitar 150 buah. Pengurangan dramatis ini adalah hasil dari kemajuan ilmiah yang memungkinkan terciptanya vaksin-vaksin yang lebih murni dan lebih aman.

 

 

 

T. Apakah terlalu banyak vaksin dapat membebani sistem kekebalan tubuh bayi ?

 

J. Tidak. Dibandingkan dengan tantangan-tantangan imunologis yang dihadapi oleh bayi setiap hari, maka tantangan dari komponen-komponen imunologis di dalam vaksin itu kecil sekali.

 Bayi mulai menghadapi tantangan-tantangan imunologis sejak ia dilahirkan. Rahim ibu adalah suatu lingkungan yang steril, bebas dari virus, bakteri, parasit, dan jamur. Tetapi setelah bayi-bayi keluar melalui jalan lahir dan memasuki dunia, mereka langsung dikoloni (didiami, dihuni) oleh triliunan bakteri, artinya bayi-bayi membawa bakteri-bakteri tersebut di tubuh mereka tetapi tidak terinfeksi/terjangkit oleh bakteri-bakteri itu. Bakteri-bakteri itu hidup di kulit, hidung, tenggorokan dan usus. Untuk menjamin bakteri pengkoloni tidak menyerbu aliran darah dan menyebabkan bahaya, bayi-bayi secara konstan membuat antibodi untuk melawan bakteri-bakteri itu.

Bakteri pengkoloni bukan permasalahan satu-satunya. Karena makanan yang kita makan dan debu yang terhirup oleh kita mengandung bakteri, maka tantangan-tantangan imunologis dari lingkungan tidak ada habisnya. Virus-virus adalah masalah lain. Dalam tahun-tahun pertama kehidupannya, anak-anak secara konstan mengalami pajanan dengan berbagai macam virus yang menyebabkan hidung meler, batuk, hidung tersumbat, demam, atau diare.

Mengingat bahwa bayi-bayi dikoloni oleh triliunan bakteri, di mana setiap bakteri mengandung sekitar 2.000 sampai 6.000 komponen imunologis, dan bahwa bayi-bayi terinfeksi berbagai jenis virus, maka tantangan dari 150 komponen imunologis di dalam vaksin itu kecil sekali dibandingkan dengan jumlah yang dihadapi oleh bayi-bayi dalam kehidupannya setiap hari.

 

 

 

 

T. Berapa banyak vaksin yang dapat ditangani secara efektif oleh anak-anak dalam setiap kali pemberian?

 

J. Jauh lebih banyak daripada yang mereka dapatkan saat ini.

 Tujuan diberikannya vaksin- vaksin adalah mendorong tubuh anak untuk membuat antibodi-antibodi yang bekerja dengan cara mencegah bakteri dan virus berkembang-biak dan menyebabkan penyakit. Jadi, berapa banyak antibodi yang dapat dibuat oleh tubuh bayi? Jawaban terbaik atas pertanyaan ini diberikan oleh seorang ahli imunologi di Massachusetts Institute of Technology, pemenang hadiah Nobel, bernama Susumu Tonegawa yang pertama kali memahami bagaimana tubuh manusia membuat antibodi-antibodi.

Tonegawa menemukan bahwa antibodi-antibodi dibuat melalui penyusunan-kembali dan pengkombinasian-kembali dari banyak gen yang berbeda dan ia mendapati bahwa manusia dapat membuat sekitar 10 milyar antibodi-antibodi yang berbeda. Dengan adanya sejumlah sel- sel pembuat antibodi di dalam aliran darah seorang anak dan sejumlah komponen-komponen imunologis yang terkandung di dalam vaksin maka adalah masuk akal untuk menyimpulkan bahwa bayi-bayi secara efektif dapat membuat antibodi-antibodi untuk sekitar 100.000 vaksin dalam sekali pemberian. Walaupun angka ini terlihat luar biasa, ingatlah bahwa setiap hari anak- anak mempertahankan dirinya dari tantangan-tantangan imunologis dari lingkungan yang jumlahnya jauh lebih banyak.

 

 

 

T. Bagaimana kita mengetahui bahwa beberapa vaksin dapat diberikan sekaligus secara aman?

 

J. The Food and Drug Administration (FDA) memerlukan pengujian-pengujian keamanan yang luas sebelum menerbitkan izin penggunaan vaksin-vaksin. Sebelum suatu vaksin baru dapat diterbitkan izinnya oleh FDA, vaksin itu pertama kali harus diuji melalui proses yang disebut “concomitant use studies”. Concomitant use studies mengharuskan vaksin-vaksin baru diuji dengan vaksin-vaksin yang sudah ada.

Pengujian-pengujian ini dilaksanakan untuk memastikan bahwa vaksin-vaksin baru tidak mempengaruhi keamanan atau efektifitas vaksin-vaksin yang sudah ada yang diberikan di saat bersamaan, dan sebaliknya. Karena concomitant use studies telah dipakai selama beberapa puluh tahun, maka banyak pengujian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa anak-anak dapat diberi banyak vaksin secara aman.

 

 

 

T. Apa bahayanya memisahkan, memberi jarak antar pemberian vaksin, atau menahan pemberian vaksin?

 

J. Menunda pemberian vaksin dapat berisiko. Keinginan sebagian orang tua untuk memisahkan, memberi jarak antar pemberian vaksin, atau menahan pemberian vaksin dapat dimaklumi. Bagaimanapun, pilihan itu belum tentu tanpa konsekuensi.

Pertama, menunda pemberian vaksin hanya meningkatkan waktu tunda di mana dalam jangka waktu tersebut anak-anak rentan terkena penyakit-penyakit menular tertentu –beberapa dari penyakit-penyakit menular tersebut masih cukup umum ditemui. Cacar air, batuk rejan/pertussis, influenza dan pneumokokus masih menyebabkan rawat inap dan kematian pada anak-anak yang sehat sekalipun setiap tahunnya. Sebelum vaksin cacar air ada, setiap tahun sekitar 70 anak meninggal akibat penyakit ini.

Kedua, memberi jarak antar pemberian vaksin atau memisahkan vaksin membuat anak-anak harus mengunjungi dokter lebih sering untuk mendapatkan vaksin. Para peneliti telah menemukan bahwa anak-anak mengalami jumlah stress yang sama tanpa menghiraukan apakah mereka menerima satu atau dua suntikan dalam suatu kunjungan ke dokter (tingkat stress diukur melalui jumlah hormon kortisol yang dikeluarkan ketika anak mengalami stress). Studi ini menyarankan bahwa walaupun anak-anak dengan jelas mengalami stress ketika disuntik, dua suntikan tidak menambahkan lebih banyak stress daripada satu suntikan. Dengan alasan ini maka lebih banyak kunjungan ke dokter yang disebabkan oleh pemisahan atau penjarangan pemberian vaksin sesungguhnya meningkatkan trauma jarum suntik.

 

 

 

Referensi-referensi:

Offit PA, Quarles J, Gerber MA, et al. Addressing parents’ concerns: Do multiple vaccines

overwhelm or weaken the infant’s immune system? Pediatrics. 2002;109:124-9. Tonegawa S, Steinberg C, Dube S, Bernardini A. Evidence for somatic generation of antibody

diversity. Proc Natl Acad Sci USA. 1974;71:4027-31. Cohn M, Langman RE. The protecton: the unit of humoral immunity selected by evolution.

Immunol Rev. 1990;115:9-147. Ramsay DS, Lewis M. Developmental changes in infant cortisol and behavioral response to

inoculation. Child Dev. 1994;65:1491-502.

 

Yordan Khaedir

Cher Husty: yupp mbak cher, jaman semakin berkembang, dan ilmu pengetahuan juga, kalo dulu gak mengenal namanya DNA vaksin, skrg sudah ada, artinya antigen yang dimasukkan bukan hanya berupa bakteri utuh yang sudh mati/dilemahkan, melainkan hanya bagian dari DNA virus/bakterinya saja. Belum lagi ada unsur2 tambahan (adjuvant) yang jg berguna meningkatkan efektivitas vaksin, dan terpenting…semuanya yang beredar pasti selalu sudah melewati berbagai macam uji laboratorium (preklinik) dan uji klinis (clinical trial), pluss quality control yang ketat, so…don`t be hesitate to vaccinate your children, 🙂
July 12 at 8:06am · Edited · Like · 5
Advertisements

From → Artikel

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: