Skip to content

Apakah Vaksin Aman?

July 24, 2012

Oleh Dr. Dirga Sakti Rambe (@dirgarambe)

 

Sebagai orang yang peduli terhadap kesehatan, terutama kita sebagai orangtua yang sangat memperhatikan kesehatan anak, seyogyanya kita memperhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh. Asupan itu bisa berbentuk makanan, minuman, maupun zat-zat lain yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh, semisal vaksin.

Apakah ia halal? Apakah ia juga aman sehingga terkategori sebagai thayyib (baik)?

 

Kita bisa memastikan suatu asupan itu halal dari zat maupun proses pembuatan/terbentuknya. Kita juga bisa memastikan asupan tersebut thayyib/baik, dari kandungan, nilai gizi, dan sebagainya. Termasuk juga vaksin dalam proses vaksinasi, yang kita lakukan sebagai bentuk penjagaan terhadap kesehatan tubuh.

 

Pembahasan mengenai kehalalan vaksin sudah dibahas di artikel tersendiri. Sekarang kita akan membahasnya dari segi keamanan.

 

Namun sebelum sampai pada pembahasan apakah vaksin itu aman atau tidak, kita perlu memahami logika berpikir dalam ilmu Kedokteran yang universal. Setiap tindakan/keputusan medis, selalu berdasar pada risk-benefit analysis (menimbang manfaat-mudharat). Tiap pilihan mengandung konsekuensi tersendiri. Sama saja sebagaimana setiap saat dalam kehidupan, kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang mengandung risiko, dimana memutuskannya harus secara rasional dan sekaligus menggunakan hati.

 

Contoh sederhana, kita kelaparan di rumah dan harus ke warung untuk membeli nasi. Risiko tetap di rumah : kelaparan dan sakit. Risiko ke warung: ditabrak mobil saat menyeberang jalan.

 

Mana yang Anda pilih, tetap di rumah atau pergi ke warung? Saya yakin 99% ke warung. Risiko kelaparan  lebih nyata dan besar daripada risiko ditabrak. Setuju?

 

Kembali ke topik. Apakah vaksin aman atau tidak?

 

Pertanyaan ini menimbulkan pertanyaan dasar, apakah yang dimaksud dengan vaksin yang aman?

Bila yang kita maksudkan, vaksin yang aman adalah tanpa kemungkinan efek samping 100%, maka kita mendefinisikan aman secara keliru. Adakah produk medis (obat, operasi, Vaksin, dll) yang 100% pasti tanpa efek samping? Mau produk herbal atau apapun, sama saja! Tetap ada risikonya.

 

Definisi “keamanan” (safety) dalam konteks produk medis adalah the relative freedom from harmful effect to persons affected directly or indirectly by a product when prudently administered, taking into consideration the character of the product in relation to the condition of the recipient at the time. Thus, safety is relative and relational, it depends on the benefit/risk assessment at a particular point in time, the specific indication, and the intended recipient

 

Adakah tindakan/keputusan dalam keseharian kita yang tak mengandung risiko? Yang sifatnya pasti-pasti tentu hanya milik Allah SWT. Sementara kita sebagai manusia wajib berikhtiar.

 

Vaksinasi adalah ikhtiar/usaha manusia mencegah penyakit infeksi. Mayoritas penyakit-penyakit ini fatal, bisa menyebabkan kecacatan dan kematian.

 

Banyak sekali data yang menunjukkan keberhasilan vaksin dalam mencegah penyakit infeksi. Bahkan penyakit Smallpox musnah total dari muka bumi karena Vaksin. Sebaliknya, saat cakupan vaksinasi di suatu daerah menurun, penyakit-penyakit yang tersedia vaksinnya ini seketika mewabah.

 

Mari kita analisis data US CDC 2011 yang merupakan penelitian selama puluhan tahun. Data itu fakta dan ilmiah. Mengapa saya tekankan, karena ada banyak sekali informasi yang bertebaran di internet/hasil Googling yang belum tentu dapat dipercaya. Bacalah dari sumber yang terpercaya, mengingat tidak semua artikel dari Google itu benar. Perlu kehati-hatian dalam menyaring informasi agar tidak salah memahami apalagi bersikap dan bertindak.

 

Kita perlu memahami bagaimana sistem Imunitas tubuh kita bekerja.

 

 

 

Setelah membaca data CDC di atas, kira-kira mana yang lebih layak dipercaya, blog/artikel majalah, atau jurnal ilmiah/textbook dari para ahli di bidang tersebut?

 

Sekarang kita pertajam lagi dengan membandingkan “Risiko    kena penyakit” Vs “Risiko    efek samping vaksin”. Vaksin memiliki efek samping yang dikenal dengan KIPI (Kejadian Ikutan PascaImunisasi) / AEFI (Adverse Events Following Immunizations). Vaksin diberikan kepada orang sehat, sehingga keamanannya harus mencapai “the highest possible standards”, tanpa kompromi. Pembuatan 1 jenis vaksin perlu waktu 8-15 tahun, melalui uji praklinis & uji klinis fase 1-2-3-4 yang melelahkan. Tujuannya hanya satu : keamanan.

 

KIPI didefinisikan sebagai segala kejadian medik yang terjadi setelah Imunisasi, bahkan sebelum dipastikan terdapat hubungan sebab-akibatnya atau tidak. Sekali lagi kita perhatikan, bahkan yang  belum tentu memiliki hubungan sebab-akibat dengan vaksin, dimasukkan juga sebagai KIPI, untuk dikonfirmasi kemudian. Ini bukti bahwa standar keamanan vaksin tinggi sekali. Contoh sederhananya, seorang anak diberikan permen oleh temannya di sekolah. Lalu ia pulang. Di jalan, ia ditabrak mobil. Apakah permen yang menyebabkan ia ditabrak?

 

Tidak semua KIPI disebabkan oleh vaksin. Suatu kejadian terjadi pasca vaksinasi mungkin saja digolongkan sebagai ‘koinsidens’ (terjadi secara kebetulan dalam waktu bersamaan), sehingga memerlukan investigasi.  99,3% KIPI ini ringan, misalnya yang paling sering adalah nyeri lokal di tempat suntikan dan demam. Itu sebabnya kita tidak perlu ketakutan berlebihan.

Demam akibat vaksinasi umumnya tidak tinggi. Demam bukanlah bukti bahwa vaksin tidak aman, namun demm adalah pertanda bahwa sistem imun tubuh bekerja sehingga kita tak perlu panik. Bila suhu tubuh mencapai lebih dari 38,5 derajat C, dapat diberikan Parasetamol.

 

Lebih jauh lagi, mari kita lihat perbandingan data  “risiko  kena penyakit” Vs “risiko efek samping vaksin”. Saya beri contoh beberapa penyakit KIPI yang berat (karena KIPI ringan seperti demam, nyeri dll, seharusnya tidak menjadi masalah).

 

  • Penyakitt DIFTERI menyebabkan 1 KEMATIAN dalam 20 kasus (1:20). KIPI Vaksin DTP: Alergi berat 1: 50.000. #Aman http://t.co/iRuU6nxI
  • Penyakit TETANUS menyebabkan 2 KEMATIAN dalam 10 kasus (2:10). KIPI Vaksin DTP: Kejang 1: 14.000. #Aman http://t.co/5YJWrRGz
  • Penyakit CAMPAK menyebabkan 1 RADANG OTAK dalam 1000 kasus (1:20). KIPI Vaksin MMR: Alergi berat 1: 1.000.000. #Aman http://t.co/3yJnoxpQ
  • Penyakit POLIO menyebabkan 1 KELUMPUHAN dalam 50 kasus (1:50). KIPI Vaksin Polio: VAPP 1: 3.400.000. #Aman http://t.co/2lyCapSB

 

Angka kemungkinan terjadinya KIPI diperoleh dari penelitian puluhan tahun. Silakan bandingkan dengan risiko kena penyakitnya.

 

Dari data di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa :

  1. Vaksin adalah USAHA kita utk mencegah penyakit infeksi yang dpt berakibat kematian
  2. Vaksin yang aman BUKAN berarti 100% tanpa efek samping. Setiap produk medis & apapun keputusan dalam hidup, mengandung Risiko
  3. Vaksin yang aman : risiko terkena penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin JAUH LEBIH BESAR daripada risiko efek samping vaksin
  4.  Vaccines’ benefits clearly and definitively outweigh their risks. 

 

Demikian penjelasan saya mengenai vaksin yang aman. Semoga bermanfaat.

Like · Follow Post · Report · June 29 at 3:20pm
Advertisements

From → Artikel

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: