Skip to content

Tak Perlu Ragu Imunisasi

July 10, 2012
Penulis : Lusia Kus Anna | Selasa, 10 Juli 2012 | 16:00 WIB

 
 

 
 

shutterstock
 
 
 
KOMPAS.com – Berbagai pendapat yang keliru tentang imunisasi di berbagai saluran media massa belakangan ini dipandang akan mengganggu kemajuan program imunisasi di Indonesia. Saat ini, cakupan imunisasi di Indonesia baru mencapai 74 persen, padahal tahun 2014 ditargetkan 100 persen.

Imunisasi, menurut dokter spesialis anak dan konsultan, dr.Badriul Hegar, telah terbukti secara sahih dan ilmiah dapat mencegah penyakit-penyakit infeksi.

Pemberian imunisasi juga sudah diamanatkan dalam Undang-undang RI No.36 tahun 2009. Selain itu, Konvensi Hak Anak yang sudah diratifikasi Indonesia tahun 1990 juga sudah mencantumkan imunisasi sebagai bagian dalam mensejahterakan anak.

“Mengapa harus ragu dengan imunisasi?, bukti-bukti ilmiah sudah banyak yang membuktikan efektivitasnya. Malah fakta menunjukkan banyak sekali wabah terjadi karena cakupan imunisasi yang rendah,” kata Badriul, dalam acara seminar media yang diadakan dalam rangka Simposium Imunisasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) ke-3 di Jakarta, Selasa (10/7/2012).

Badriul juga mengkritisi tindakan sejumlah pihak yang mencoba menyebarkan informasi keliru tentang imunisasi.

“Kalau masih ragu dengan imunisasi dan didukung bukti ilmiah, mungkin memang perlu dikaji kembali kebijakan imunisasi selama ini. Tapi jika tidak bisa dipertanggung jawabkan, itu namanya menentang program imunisasi. Seharusnya ada sanksinya,” paparnya.

Dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia itu menegaskan bahwa menghalangi imunisasi sama saja dengan menempatkan anak pada lingkungan yang mengancam jiwa.

“Pandangan yang keliru tentang imunisasi ini membuat keresahan di masyarakat dan ketidaknyamanan praktisi kesehatan dalam menjalankan tugasnya,” imbuhnya.

Karena itu dalam upaya pemeliharaan kesehatan anak orangtua seharusnya lebih dicerdaskan lagi. “Masih banyak anak Indonesia meninggal karena penyakit yang seharusnya tidak perlu terjadi,” katanya.

Sumber : Kompas

Advertisements

From → Artikel

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: