Skip to content

Imunisasi, Perlukah ?

February 23, 2012

22 Februari 2012, 16:39:24

suarasurabaya.net| Imunisasi, Perlukah ? (Bag 1)
Prof. Dr. IG.N.Gde Ranuh, Sp.A (K)
Dokter RS Darmo dan Guru Besar Emeritus Fakultas Kedokteran UNAIR

IMUNISASI, yang sudah berumur tiga abad dan berkembang sangat pesat adalah penemuan ilmu kedokteran yang paling hebat sampai dewasa ini.
Sudah banyak penyakit menular dapat ditekan dan menurunkan angka kematian pada bayi dan anak, bahkan penyakit cacar atau variola (sakit bopeng) sudah lenyap dari dunia pada tahun 1980. Dalam waktu dekat diharapkan penyakit polio, yaitu penyakit kelumpuhan pada anak dapat pula dieradikasi berkat imunisasi polio.

Adalah hak setiap anak untuk mendapatkan imunisasi! Itu sudah tertulis di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Jadi setiap Ibu/orang tua wajib dan harus memperhatikan kebutuhan anak untuk mendapatkan imunisas. Itu adalah HAK setiap anak! Dengan mendapatkan imunisasi, seorang anak tidak mudah terjangkit penyakit infeksi yang menular yang dapat sakit berat, meninggal atau cacat seumur hidupnya. Bahaya wabahpun bisa terjadi di suatu daerah. Hal tersebut sudah terbukti dengan adanya wabah penyakit polio pada tahun 2005-2006 dan dewasa ini wabah difteri khususnya di Jawa Timur yang menelan banyak korban meninggal di RSUD Dr. Soetomo.

Rumah Sakit Darmo menyiapkan wadah untuk mendapatkan imunisasi dasar seperti BCG, Polio, DTP, Campak dan Hepatitis B bagi masyarakat luas dengan biaya yang minim, karena RS Darmo menyadari pentingnya imunisasi bagi setiap anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Disiapkan pula imunisasi secara lengkap lainnya, yaitu MMR, HiB, Hepatitis A, Cacar Air atau Varicella, Demam Tifoid dan Imunisasi untuk mencegah kanker rahim (HPV). Dengan imunisasi atau vaksinasi anak akan terhindar dari penyakit menular dan apabila sakit akan menelan biaya yang cukup besar untuk pengobatannya maupun perawatan di rumah sakit apabila diperlukan. IMUNISASI atau VAKSINASI tidak saja mudah didapat, hasilnya sangat efektif dan efisien dalam mencegah penyakit. Dengan demikian akan menghemat biaya dalam kehidupan berkeluarga. Sayang rangkaian imunisasi terakhir masih memerlukan biaya karena vaksin-vaksin tersebut adalah vaksin yang masih didatangkan dari luar negeri.

Beberapa kendala yang mungkin terfikir oleh sebagian masyarakat, yaitu hal-hal yang masih belum difahami dengan baik sehingga terjadi sikap yang negatif pada program imunisasi. Oleh karena itu datanglah ke Rumah Sakit Darmo untuk mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap. Bahkan seringkali orang tua takut dan menolak untuk memberi imunisasi kepada bayi atau anaknya, karena mendengar dari orang lain akan bahaya-bahaya imunisasi tersebut. Hal tersebut adalah tidak benar sama sekali dan imunisasi adalah suatu tindakan yang amat berharga dalam memberikan perlindungan kepada anak, karena semua penyakit yang dapat divaksinasi adalah penyakit yang membahayakan anak dan dapat dicegah dari kematian dan cacat fisik maupun mental. Penyakit TBC misalnya, sudah dikenal luas di masyarakat dan sangat berbahaya apabila tidak mendapatkan suntikan BCG karena dapat menjalar ke jaringan otak yang akan membawa kematian maupun cacat fisik dan mental, DIFTERI yang dapat mematikan anak karena serangan jantungnya, ISPA karena penumokok sangat berbahaya bagi bayi khusunya yang berumur kurang dari satu tahun. Demikian pula penyakit CAMPAK atau MORBILLI adalah penyakit dengan ISPA yang sangat berat yang dapat mematikan, terutama apabila menyerang anak yang gizinya kurang.

Seringkali pertanyaan timbul apabila anak sedang sakit batuk pilek atau sedang minum obat apakah boleh diimunisasi? Setelah mendapatkan suntikan imunisasi, pada tempat suntikan menjadi merah, gatal atau timbul benjolan bahkan nyeri dan demam, apakah itu salah suntikan? Kejadian itu bukan salah suntikan melainkan reaksi yang seringkali timbul, namun tidak perlu dikhawatirkan karena akan hilang dengan sendirinya dan kalau perlu dapat diberikan obat demam seperti parasetamol, kompres dingin dan sebagainya. Benarkah AUTIS anak dapat timbul setelah divaksinasi MMR? Tidak benar sama sekali, isu-isu yang beredar berdasarkan berita yang menyesatkan, meskipun itu datang darin negara yang maju (Dr. Wakefield, spesialis bedah Inggris). Kemenkes, WHO dan IDI/IDAI tetap menganjurkan untuk memberi imunisasi MMR sesuai jadwal.

VAKSIN adalah hasil para ahli vaksin yang dibuat sangat canggih dan berdasarkan ilmiah yang akurat sehingga sangat aman untuk dipakai untuk imunisasi. Berikan kepada anak-anak Anda imunisasi secara lengkap agar anak dapat tumbuh kembang dengan baik dan tidak terganggu, tetap sehat ditambah perhatian pada nutrisi yang diperlukan, lingkungan yang bersih maka niscaya anak-anak kita menjadi orang dewasa yang tangguh, berguna bagi nusa dan bangsa dalam pembangunan jangka panjang bangsa.

Sumber : Suarasurabaya

 

Advertisements

From → Artikel

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: