Skip to content

Hemat Biaya Berobat

January 25, 2012
DENGAN semakin bertambahnya usia, justru sistem kekebalan tubuh pun menurun sehingga dibutuhkan imunisasi untuk membentengi diri dari serangan penyakit.

Penyakit infl uenza misalnya, yang kerap dianggap sebagai angin lalu. Padahal, tanpa disadari, dalam setahun kita bisa terserang fl u lebih daripada sekali dan tidak terhitung berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk pulang pergi ke dokter. Di sinilah kehadiran vaksinasi diperlukan.

Ironisnya, masih ada anggapan di masyarakat bahwa biaya vaksinasi terbilang mahal. General practitioner dari Brawijaya Clinic dr Zulfa Indah K Fadli menuturan, alasan tersebut menjadi salah satu faktor tertinggi rendahnya kesadaran vaksinasi di Indonesia.

“Padahal, dengan sekali melakukan vaksinasi bisa menghemat biaya pengobatan berkali lipat,” ujarnya saat ditemui Media Indonesia, di kantornya, Selasa (24/1).

Zulfa mencontohkan, bila terkena infl uenza, sekali berobatnya bisa memakan biaya sekitar Rp200 ribu. Dalam satu tahun, lanjutnya, seseorang bisa saja terkena beberapa kali fl u. Bayangkan, satu kali vaksinasi infl uenza bisa membentengi Anda selama setahun lamanya! (Lihat grafi s).

“Harga satu vaksin seperti infl uenza untuk jangka satu tahun sekitar Rp199 ribu-Rp215 ribu. Nah, kalau dalam satu tahun seseorang mengalami beberapa episode fl u yang mengharuskannya berobat ke dokter, range biayanya bisa berkali lipat,” ujarnya.

Hal serupa berlaku pada penyakit hepatitis B yang penularannya 100 kali lipat lebih tinggi daripada HIV.

Maka dari itu, Zulfa mengungkapkan, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap antibodi yang ada di dalam tubuh meskipun saat anak-anak telah dilakukan imunisasi hepatitis.

“Seiring dengan meningkatnya angka kejadian hepatitis yang penularannya 100 kali lipat lebih daripada HIV, akhir nya beberapa dokter menyarankan cek antibodi di dalam tubuh. Nah, kalau saat diperiksa kadar antibodinya di bawah cukup, kami tambahkan (booster). Tidak perlu suntik lagi hanya ditambahkan karena suntik primernya sudah,” tuturnya.

Berdasarkan jadwal imunisasi/vaksinasi dewasa yang direkomendasikan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia pada 2010, untuk pe nyakit hepatitis B perlu diperlukan tiga dosis vaksin.

“Misalkan dia berumur 20 tahun, pemberian dosis pertama saat dia melakukan vaksinasi. Dosis kedua selang satu bulan dan yang ketiga pada bulan keenam setelah dia melakukan vaksinasi,” pungkasnya. (*/S-5)

Sumber : MediaIndonesia.com

Advertisements

From → Artikel

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: