Skip to content

Bukan hanya untuk BALITA

January 25, 2012

Meski belum sepopuler imunisasi anak, imunisasi orang dewasa juga tak kalah penting dan efektif untuk mencegah penyakit. Pemberian vaksin pada orang dewasa dapat mengurangi risiko kematian 10 kali lipat.”

KETIKA anak mereka masih bayi, para ibu secara ber kala membawa mereka ke puskesmas atau rumah sakit untuk diberi imunisasi wajib seperti polio, campak, DPT, atau hepatitis.Namun, imunisasi atau yang juga disebut vaksinasi seolah hanya berhenti di situ. Sesudahnya, vaksinasi dianggap sebagai hal tidak penting. Pola itu terbawa hingga anak menjadi pribadi yang mandiri dan dewasa.

Vaksinasi tidak lagi dirasakan perlu.

Padahal, menurut American Society of Internal Medicine, vaksinasi pada orang dewasa dapat mengurangi risiko ke matian 10 kali lipat jika dibandingkan dengan pada anak. Ketidaktahuan masyarakat akan pentingnya vaksinasi untuk orang dewasa tampak pada diskusi ringan bertajuk Adult Vaccinations to Prevent Various Diseases yang diadakan Brawijaya Clinic di Jakarta Pusat, belum lama ini.

Seorang karyawati swasta yang hadir pada acara tersebut, Widya Puri, 29, bahkan baru menyadari pentingnya vaksinasi. “Bisa dibilang kita orang kantoran yang bekerja office hour jadi terkadang hal-hal menyangkut kesehatan jarang diperhatikan,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, penyakit seperti infl uenza hingga penyakit berbahaya seperti hepatitis A dan hepatitis B ternyata bisa dicegah dengan menyuntikkan vaksin.

Penyakit kanker serviks yang menjadi pembunuh nomor satu perempuan di Indonesia sekalipun tidak terkecuali.

Dr dr Andry MM MARS MHKes yang juga Chief Executive Office (CEO) of Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) mengungkapkan beberapa kelompok orang dewasa memerlukan vaksinasi. Misalnya, orang dewasa dengan penyakit menahun (kronis) yang menderita kencing manis, gagal ginjal, dan paru-paru.“Kelompok ini rentan terkena berbagai penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang menurun,” ucap Andry di sela aca ra visitasi media tentang pemberian sertifikasi Joint Commission Interna

tional terhadap prosedur pe nangan an standar rumah sakit di Tangerang, pekan lalu. SHLV menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifi kat itu.Andry menerangkan kelompok lain yang wajib mendapatkan vaksinasi ialah orang dewasa yang berumur di atas 50 tahun. Selain itu, petugas kesehatan perlu

men dapatkan vaksinasi karena pekerjaan mereka sangat berisiko tertular oleh penyakit.Anda yang memiliki hobi melancong pun memerlukan vaksinasi jika destinasi yang Anda tuju merupakan wilayah dengan epidemi penyakit tertentu. Demikian juga dengan para jemaah haji yang kerap mendapatkan vaksinasi meningitis sebelum be

rangkat ke Tanah Suci.
Bisa diwajibkan Menurut Andry, faktor usia memengaruhi kebutuhan vak sinasi. Semakin lanjut usia seseorang, kebutuhan vaksinasinya lebih tinggi.
Ada banyak vaksinasi untuk orang dewasa, misalnya tetanus dan difteri, influenza, pneumokok, hepatitis A serta hepatitis B.“Imunisasi pada orang de wasa suatu waktu bisa ja di akan menjadi vaksin wajib. Misalnya, influenza.
Bayangkan jika seorang karya wan terkena influenza dan tidak bekerja selama seminggu. Tentu akan sangat mengganggu produktivitas kerjanya. Siloam Hospitals sangat memperhatikan hal itu,“ tuturnya.

Dr Zulfa Indah K Fadli yang juga General Practioner Brawijaya Clinic mengingatkan tujuan imunisasi ialah membentuk kekebalan demi mencegah penyakit pada diri sendiri dan orang lain sehingga kejadian penyakit menular menurun, bahkan dapat menghilang dari muka bumi.

Vaksinasi sendiri, Zulfa mengungkapkan, merupakan investasi kesehatan masa depan karena pencegahan penyakit melalui vaksinasi merupakan cara perlindungan terhadap penyakit tertentu (intermediate goal), menurunkan prevalensi penyakit (mengubah epidemiologi penyakit), dan eradikasi penyakit (final goal).

“Selain mencegah berbagai macam penyakit, vaksinasi juga bisa meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas kerja. Absensi karena sakit menjadi menurun karena tubuh sehat,“ pungkasnya.

Ironisnya, bila dibandingkan dengan masyarakat di negara maju, pengetahuan masyarakat Indonesia tentang kesehatan secara umum masih sangat kurang.

Hal itu bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masih rendahnya kesadaran untuk melakukan vaksinasi. Itulah tantangan bagi para pemangku kebijakan untuk mengubah pola pikir masyarakat. (*/S-5)

Advertisements

From → Artikel

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: