Skip to content

Imunisasi Bukan Hanya Melindungi Individu

November 23, 2011

Rabu, 23/11/2011 – 06:20

BANDUNG, (PRLM).- Imunisasi bukan hanya melindungi individu, tetapi juga populasi masyarakat dengan terbentuknya kekebalan komuniti (herd immunity”. Anak atau bayi yang tidak diimunisasi kemungkinan rentan terhadap penyakit tertentu yang bisa dicegah melalui imunisasi.

“Imunisasi merupakan tindakan preventif dalam pencegahan berbagai penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi. Anak yang tidak diimunisasi dan kemudian menjadi sakit dapat menjadi sumber penularan bagi bayi atau anak lain disekitarnya,” ucap Kepala Bagian Public Relations PT Bio Farma (Persero), N. Nurlaela, Selasa (22/11).

Menurut Nurlaela, imunisasi memiliki manfaat besar, baik secara individu, sosial, maupun dalam menunjang sistem kesehatan nasional. Sekitar 80–95 % anak yang diimunisasi akan terhindar dari berbagai penyakit menular yang bisa dicegah melalui imunisasi.

“Dengan cara ini angka kesakitan serta kematian bayi dan anak-anak dapat ditekan. Melalui imunisasi tidak hanya tercipta kekebalan individu, tetapi memutus mata rantai penularan penyakit dari anak ke anak yang lain atau orang dewasa,” katanya.

Nurlela juga menuturkan pada 18–26 November 2011, Bio Farma bersama Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes Republik Indonesia, serta MUI melakukan sosialisasi imunisasi ke empat kabupaten seperti Kabupaten Cirebon, Kabupaten Lebak Banten, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Lumajang. Vaksin produk Bio Farma aman karena telah melewati beberapa proses pengujian mutu.

“Sekitar 110 negara telah memakai vaksi yang diproduksi Bio Farma. Pengawasan vaksin dilakukan melalui beberapa tahap. Dimulai sebelum vaksin diedarkan melalui uji klinis, dilanjutkan ketika vaksin diberikan, dan setelahnya, pengawasan dilakukan Tim Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi),” tuturnya.

Di bagian lain, Nurlela mengatakan polio merupakan penyakit yang disebabkan virus liar polio dan dapat menimbulkan kelumpuhan. Virus ini pertama kali ditemukan pada masa Mesir kuno yang digambarkan dengan cara orang-orang sehat dengan kaki layu berjalan memakai tongkat. “Vaksin polio pertama ditemukan oleh Jonas Salk, kemudian dikembangkan Albert Sabin. Outbreak polio pertama kali terjadi di Eropa pada awal abad ke-19,” ucapnya. (A-62/das)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/

Advertisements

From → Artikel

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: