Skip to content

Belum Sebulan Tambah 22 Kasus Baru

October 24, 2011

Senin, 24/10/2011 | 11:08 WIB

Surabaya – Difteri masih mewabah di Jatim, karena sejak ditetapkannya KLB 10 Oktober 2011 sampai dengan akhir pekan terakhir Oktober 2011 jumlah penderitanya terus bertambah dari 333 kasus menjadi 355 kasus. Padahal 40 ribu vaksin dan langkah antisipatif telah dilakukan  Dinas Kesehatan Jatim untuk memberantas wabah ini.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Drs Mudjib Affan, MARS membenarkan, jumlah  penderita penyakit difteri di Jawa Timur memang meningkat 22 pasien sejak ditetapkannya kejadian luar biasa (KLB) awal Oktober lalu. Namun kondisi ini sebenarnya sudah diprediksi Dinkes  karena penanganan difteri memang tidak bisa cepat diperlukan penanganan yang berkelanjutan. “Penanganan difteri ini penggalakan imunisasi sudah dilakukan sejak awal KLB pada tahun 2010. Hanya saja memang  tidak bisa cepat karena 1 orang saja terinfeksi difteri bisa menulari lingkungan sekitarnya. Apalagi diketahui kesadaran imunisasi masyarakat sangat rendah,” ujarnya Minggu (23/10).

Affan mengatakan, meski bertambah namun jumlah penderita yang meninggal masih 11 orang. “ Saya harap tidak ada lagi korban jiwa yang diakibatkan oleh penyakit ini. Karena sampai saat ini sistem deteksi di masing-masing Dinas Kesehatan kabupaten/kota hingga puskesmas pembantu sudah berjalan baik. Agar secepatnya status KLB difteri bisa diubah,” Harap Affan seraya menambahkan pihaknya telah menerima bantuan kembali sebanyak 39 ribu vaksin dari pemerintah pusat. Karena 40 ribu vaksin yang telah disebar dan sudah habis digunakan.

Selain itu, ia memerintahkan, petugas-petugas kesehatan di lapangan jika   menemukan pasien difteri untuk langsung melarikan pasien tersebut ke rumah sakit dan langsung dilakukan isolasi. “Kami tidak ingin angka kematian akibat penyakit ini bertambah. Jadi jika mengalami gejala difteri langsung ke puskesmas atau ke rumah sakit. Untuk perawatan di rumah sakit pemerintah, keluarga korban tidak mengeluarkan biaya apapun alias gratis,” ungkapnya.

Status KLB difteri ini dilakukan pemprov Jatim juga untuk memudahkan keluarnya anggaran demi memusnahkan wabah yang sering menyerang anak-anak tersebut. “Menkes sempat tanya tentang status KLB difteri di Jatim. Saya jelaskan, kalau tidak KLB maka upaya vaksinasi terhadap anak-anak akan terhambat. Ini semua demi mencegah difteri,” tuturnya.

Untuk mencegah penyakit ini, Pemprov Jatim mengucurkan dana sebesar Rp 8 miliar. Rencananya ada tambahan anggaran di 2012  agar penyakit ini sudah tidak lagi menyerang anak-anak di Jatim dan segera bisa hilang dari Jatim. mla

Sumber : surabayapost

Advertisements

From → Artikel

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: