Skip to content

Dokter Pemicu Kontroversi Vaksin MMR Dijatuhi Sanksi

January 29, 2010
Jumat, 29 Januari 2010 | 11:02 WIB

KOMPAS.com — Dr Andrew Wakefield, pria di balik kontroversi vaksin MMR terkait dengan autisme pada anak, dinyatakan telah bertindak secara “tidak jujur” dan “tidak bertanggung jawab” dalam melakukan penelitiannya. Hal itu dinyatakan oleh The General Medical Council (GMC), semacam ikatan dokter di Inggris.

Selain Wakefield, dua dokter lain yang terlibat dalam penelitian tersebut, yakni  Dr Simon Murch dan Profesor John Walker-Smith, juga dinyatakan telah menyalahi etika. Keputusan ini dikeluarkan setelah proses dengar pendapat selama dua tahun.

Para dewan dokter GMC menilai, Wakefield dan timnya telah melakukan tindakan tes pada anak-anak secara invasif dan tidak nyaman, termasuk kolonoskopi dan pemindaian otak, yang sebenarnya tidak diperlukan, untuk membuktikan teori Wakefield.

General Medical Council juga menilai, tim peneliti mengambil contoh darah secara tidak etis, yakni membayar tiap anak sebesar 5 poundsterling. Para responden yang diambil contoh darahnya adalah anak-anak yang menghadiri pesta ulang tahun anak Wakefield.

Dalam kasus ini, GMC tidak melakukan investigasi untuk menilai apakah hasil riset yang dibuat Wakefield benar atau salah, melainkan berfokus pada metode yang dipakai dalam riset.

Hasil penelitian yang dilakukan Wakefield dan timnya telah membuat heboh karena menyatakan vaksin MMR (measles, mumps, dan rubela) sebagai pencetus autisme. Ia memublikasikan risetnya pada jurnal kesehatan Lancet pada Februari 1998. Dalam penelitiannya itu, Wakefield menggunakan responden 8 anak.

Wakefield menyatakan bahwa anak-anak seharusnya tidak diberikan tiga jenis vaksinasi sekaligus, melainkan terpisah dengan jarak minimal setahun.

Para peneliti merespons hasil riset Wakefield dengan melakukan penelitian lain. Namun, berbagai studi tidak menemukan adanya perbedaan kasus autis antara anak yang belum divaksin MMR dan yang sudah. Beberapa studi juga menyanggah Wakefield karena tidak ditemukan kaitan antara vaksin dan autisme.

Menanggapi keputusan GMC tersebut, Wakefield menyatakan kekecewaannya. “Pernyataan yang menyerang saya dan kolega saya adalah hal yang tidak berdasar dan tidak pantas. Saya mengundang siapa pun untuk melanjutkan penelitian ini dan melihat hasilnya,” katanya.

Saat ini GMC mempertimbangkan sanksi yang akan diberikan kepada Wakefield dan koleganya, salah satunya adalah mencabut izin praktik dokternya. “Saat ini yang penting adalah membangun kepercayaan para orangtua bahwa vaksin MMR aman,” kata Dr Shona Hilton, anggota Medical Research Council.

Para responden yang diambil contoh darahnya adalah anak-anak yang menghadiri pesta ulang tahun anak Wakefield.

<!–/ halaman berikutnya–> Sumber : Kompas

 

Advertisements

From → Artikel

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: